Senin, 07 Oktober 2013

Penyimpangan Sosial Dalam Kehidupan Masyarakat

Penyimpangan Sosial 
Dalam Kehidupan Masyarakat

 

Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial

D.   Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial dalam Keluarga Sekolah dan Masyarakat
Berbagai perilaku penyimpangan sosial dalam masyarakat selalu ada. Untuk menekan agar perilaku menyimpang ini tidak menjalar sebagaimana wabah, ada upaya-upaya yang dapat dilakukan sebagai pencegahan, baik itu di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Sebagaimana banyak orang berkata bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati.
Di sini perlu dukungan dari semua anggota keluarga, baik keluarga inti maupun keluarga luas. Anggota keluarga hendaknya mampu mengembangkan sikap kepedulian, kompak, serta saling memahami peran dan kedudukannya masing-masing di keluarga.
Orang tua memegang peran utama dalam membentuk perwatakan dan membina sikap anak-anaknya. Orang tua merupakan figur utama anak yang dijadikan panutan dan tuntunan.
Orang tua hendaknya dapat melakukan beberapa hal sbb.
a.    Menciptakan suasana harmonis, perhatian, dan penuh rasa kekeluargaan.
b.    Menanamkan nilai-nilai budi pekerti, kedisiplinan, dan ketaatan beribadah.
c.    Mengembangkan hubungan yang akrab dengan anak.
d.    Selalu menghargai pendapat anak, memberikan solusi jika anak mendapat kesulitan.
e.    Memberikan teguran jika anak bersalah dan memberikan pujian jika anak berbuat baik.
f.     Memberikan tanggung jawab kepada anak sesuai tingkat usia dan pendidikannya.
Pendidik di lingkungan sekolah memegang peran utama dalam mengarahkan anak agar tidak melakukan berbagai penyimpangan sosial.
Berbagai hal yang dapat dilakukan guru/pendidik:
a.    Menciptakan hubungan yang harmonis dengan setiap anak didiknya.
b.    Menanamkan nilai-nilai agama, disiplin, budi pekerti, moral.
c.    Selalu mengembangkan sikap keterbukaan, jujur, dan saling percaya.
d.    Memberi kebebasan dan mendukung siswa untuk mengembangkan potensi diri.
e.    Bersedia mendengar keluhan siswa serta mampu membantu mecari solusi
      
Pengaruh lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang. Lingkungan pergaulan yang sehat dan nyaman dapat dijadikan tempat ideal untuk membentuk karakter anak yang baik.
Hal-hal yang dapat dikembangkan dalam masyarakat sebagai upaya pencegahan perilaku penyimpangan sosial
a.    Mengembangkan kerukunan antarwarga masyarakat. Seperti rasa kepedulian, gotong royong, dan kekompakan.
b.    Membudayakan perilaku disiplin bagi warga masyarakat, misalnya disiplin dalam menghormati keputusan-keputusan bersama, seperti ronda malam, gotongroyong kebersihan lingkungan dll.
c.    Mengembangkan berbagai kegiatan warga yang bersifat positif, seperti perkumpulan PKK, Karang Taruna, Pengajian, Kegiatan Kemanusiaan.

Dampak Perilaku Penyimpangan Sosial


C.  Dampak Perilaku Penyimpangan Sosial
Berbagai bentuk perilaku menyimpang yang ada di masyarakat akan membawa dampak bagi pelaku maupun bagi kehidupan masyarakat pada umumnya.
       Berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seorang individu akan memberikan dampak bagi si pelaku. Berikut ini beberapa dampak tersebut.
       a.    Memberikan pengaruh psikologis atau penderitaan kejiwaan serta tekanan mental terhadap pelaku karena akan dikucilkan dari kehidupan masyarakat atau dijauhi dari pergaulan.
      b.    Dapat menghancurkan masa depan pelaku penyimpangan.
      c.    Dapat menjauhkan pelaku dari Tuhan dan dekat dengan perbuatan dosa.
      d.    Perbuatan yang dilakukan dapat mencelakakan dirinya sendiri.
      Perilaku penyimpangan juga membawa dampak bagi orang lain atau kehidupan masyarakat pada umumnya. Beberapa di antaranya adalah meliputi hal-hal berikut ini.
      a.    Dapat mengganggu keamanan, ketertiban dan ketidakharmonisan dalam masyarakat.
      b.    Merusak tatanan nilai, norma, dan berbagai pranata sosial yang berlaku di masyarakat.
       c.    Menimbulkan beban sosial, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga pelaku.
      d.    Merusak unsur-unsur budaya dan unsur-unsur lain yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan masyarakat.
       Menurut pandangan umum, perilaku menyimpang dianggap merugikan masyarakat baik terhadap pelaku maupun terhadap orang lain pada umumnya adalah bersifat negatif.
       Akan tetapi, menurut Emile Durkheim, perilaku menyimpang juga memiliki kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.
       Beberapa kontribusi penting dari perilaku menyimpang yang bersifat positif bagi masyarakat meliputi hal-hal berikut ini.
      a.    Perilaku menyimpang memperkokoh nilai-nilai dan norma dalam masyarakat.
           Bahwa setiap perbuatan baik merupakan lawan dari perbuatan yang tidak baik. Dapat dikatakan bahwa tidak akan ada kebaikan tanpa ada ketidak-baikan. Oleh karena itu perilaku penyimpangan diperlukan untuk semakin menguatkan moral masyarakat.
      b.    Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan memperjelas batas moral.
           Dengan dikatakan seseorang berperilaku menyimpang, berarti masyarakat mengetahui kejelasan mengenai apa yang dianggap benar dan apa yang dianggap salah.
      c.    Tanggapan terhadap perilaku menyimpang akan menumbuhkan kesatuan masyarakat.
           Setiap ada perilaku penyimpangan masyarakat pada umumnya secara bersama-sama akan menindak para pelaku penyimpangan. Hal tersebut menegaskan bahwa ikatan moral akan mempersatukan masyarakat.
      d.    Perilaku menyimpang mendorong terjadinya perubahan sosial.
           Para pelaku penyimpangan senantiasa menekan batas moral masyarakat, berusaha memberikan alternatif baru terhadap kondisi masyarakat dan mendorong berlangsungnya perubahan.
       Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa perilaku menyimpang yang terjadi saat ini akan menjadi moralitas baru bagi masyarakat di masa depan.

Kejahatan (Kriminalitas)


B.  Berbagai Penyakit Sosial dalam Masyarakat
      
       Segala tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat dianggap sebagai bentuk penyimpangan.
       Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut apabila terus berkembang akan menyebabkan timbulnya penyakit sosial dalam masyarakat. Adapun bentuk-bentuk penyimpangan serta berbagai penyakit sosial yang ada dalam masyarakat bermacam-macam.
      
Beberapa contoh Penyimpangan Sosial sebagai berikut
1.    Penyahagunaan Minuman Keras (Miras)
2.    Penyalahgunaan Narkotika
3.    Perkelahian Antar Pelajar  
4.    Perilaku Seks di Luar Nikah
5.    Kejahatan (Kriminalitas)



5.    Kejahatan (Kriminalitas)

       Kejahatan adalah tingkah laku yang melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya.
       Secara yuridis formal, kejahatan adalah bentuk tingkah laku yang bertentangan dengan moral kemanusiaan (immoril), merugikan masyarakat, sifatnya asosiatif dan melanggar hukum serta undang-undang pidana.
       Tindak kejahatan bisa dilakukan oleh siapa pun baik wanita maupun pria, dapat berlangsung pada usia anak, dewasa, maupun usia lanjut.
       Tindak kejahatan pada umumnya terjadi pada masyarakat yang mengalami perubahan kebudayaan yang cepat yang tidak dapat diikuti oleh semua anggota masyarakat, sehingga tidak terjadi penyesuaian yang sempurna.
       Selain itu tindak kejahatan yang disebabkan karena adanya tekanan mental atau adanya kepincangan sosial. Oleh karena itu tindak kejahatan (kriminalitas) sering terjadi pada masyarakat yang dinamis seperti di perkotaan.
       Contoh tindak kejahatan (kriminalitas) misalnya adalah pembunuhan, penjambretan, perampokan, korupsi, dan lain-lain.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © 2014. CUNEL BLOGGER - All Rights Reserved